T4.1.3. Aktivitas 3. Memperkaya
Pemahaman Menyimak Tayangan Video
Setelah mencermati video
tersebut, refleksikan:
1. Apa yang muncul di benak saya setelah
menonton video tersebut?
Setelah
menonton video tersebut, saya menyadari bahwa apa yang dialami oleh guru dalam
video hampir setiap hari juga terjadi di sekolah kami. Di hampir setiap kelas
terdapat sekitar 3–5 orang siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru,
kurang aktif mengerjakan tugas, bahkan terkadang tidak hadir pada mata
pelajaran tertentu.
Selama
ini saya berpikir bahwa penyebabnya adalah materi pelajaran yang kurang menarik,
metode pembelajaran yang kurang bervariasi, atau karena siswa malas belajar.
Namun, setelah menyaksikan video tersebut, saya menyadari bahwa ada hal penting
yang selama ini sering terlewat, yaitu memahami karakteristik, kebutuhan, dan
kemampuan setiap peserta didik. Tidak semua siswa belajar dengan cara yang
sama. Ada siswa yang membutuhkan pendekatan, dukungan, maupun bentuk asesmen
yang berbeda agar mereka dapat menunjukkan potensi terbaiknya.
Video
ini membuka cara pandang saya bahwa sebelum menilai hasil belajar siswa, saya
perlu memahami proses belajar yang mereka jalani.
2. Sudahkah saya menilai murid berdasarkan
proses dan komitmennya, bukan hanya hasil akhirnya?
Saya
menyadari bahwa selama ini penilaian yang saya lakukan masih lebih banyak
berfokus pada hasil akhir, seperti nilai tugas, ulangan, atau ujian. Walaupun
sesekali saya memperhatikan keaktifan dan kedisiplinan siswa, aspek proses
belajar mereka belum menjadi perhatian utama.
Ke
depan, saya ingin mulai memberikan apresiasi terhadap usaha, perkembangan,
ketekunan, dan komitmen siswa selama mengikuti pembelajaran. Dengan demikian,
setiap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sesuai dengan
potensi masing-masing, bukan hanya melalui nilai akhir.
3. Bagaimana tayangan video tersebut menguatkan
pemahaman saya tentang asesmen di kelas?
Video
tersebut menguatkan pemahaman saya bahwa asesmen bukan sekadar kegiatan
memberikan nilai, tetapi merupakan proses untuk memahami perkembangan belajar
siswa secara menyeluruh. Asesmen dapat menjadi alat bagi guru untuk mengetahui
kebutuhan belajar, hambatan yang dihadapi, kekuatan yang dimiliki, serta
menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.
Saya
juga memahami bahwa asesmen yang baik dilakukan secara berkelanjutan selama
proses pembelajaran, bukan hanya di akhir pembelajaran. Dengan demikian, guru
dapat memberikan dukungan yang sesuai sehingga semua siswa memiliki kesempatan
untuk berkembang.
4. Bagaimana saya bisa menjadikan asesmen
sebagai dialog yang membangun, bukan sekadar penilaian satu arah?
Saya
dapat menjadikan asesmen sebagai dialog dengan memberikan umpan balik yang
positif, jelas, dan membangun kepada siswa. Saya juga ingin melibatkan siswa
dalam proses refleksi terhadap hasil belajarnya, misalnya dengan mengajak
mereka berdiskusi mengenai kesulitan yang dialami, keberhasilan yang telah
dicapai, serta langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
mereka.
Selain itu, saya akan membuka ruang
komunikasi yang lebih baik dengan siswa agar mereka merasa aman untuk menyampaikan
pendapat dan kesulitannya. Dengan cara tersebut, asesmen tidak lagi dipandang
sebagai kegiatan mencari kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk membantu siswa
berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.



