Sabtu, 27 Juni 2026

 


T4.1.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman Menyimak Tayangan Video

 

 

Setelah mencermati video tersebut, refleksikan:

1.   Apa yang muncul di benak saya setelah menonton video tersebut?

Setelah menonton video tersebut, saya menyadari bahwa apa yang dialami oleh guru dalam video hampir setiap hari juga terjadi di sekolah kami. Di hampir setiap kelas terdapat sekitar 3–5 orang siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang aktif mengerjakan tugas, bahkan terkadang tidak hadir pada mata pelajaran tertentu.

Selama ini saya berpikir bahwa penyebabnya adalah materi pelajaran yang kurang menarik, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, atau karena siswa malas belajar. Namun, setelah menyaksikan video tersebut, saya menyadari bahwa ada hal penting yang selama ini sering terlewat, yaitu memahami karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan setiap peserta didik. Tidak semua siswa belajar dengan cara yang sama. Ada siswa yang membutuhkan pendekatan, dukungan, maupun bentuk asesmen yang berbeda agar mereka dapat menunjukkan potensi terbaiknya.

Video ini membuka cara pandang saya bahwa sebelum menilai hasil belajar siswa, saya perlu memahami proses belajar yang mereka jalani.

2.   Sudahkah saya menilai murid berdasarkan proses dan komitmennya, bukan hanya hasil akhirnya?

Saya menyadari bahwa selama ini penilaian yang saya lakukan masih lebih banyak berfokus pada hasil akhir, seperti nilai tugas, ulangan, atau ujian. Walaupun sesekali saya memperhatikan keaktifan dan kedisiplinan siswa, aspek proses belajar mereka belum menjadi perhatian utama.

Ke depan, saya ingin mulai memberikan apresiasi terhadap usaha, perkembangan, ketekunan, dan komitmen siswa selama mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sesuai dengan potensi masing-masing, bukan hanya melalui nilai akhir.

3.   Bagaimana tayangan video tersebut menguatkan pemahaman saya tentang asesmen di kelas?

Video tersebut menguatkan pemahaman saya bahwa asesmen bukan sekadar kegiatan memberikan nilai, tetapi merupakan proses untuk memahami perkembangan belajar siswa secara menyeluruh. Asesmen dapat menjadi alat bagi guru untuk mengetahui kebutuhan belajar, hambatan yang dihadapi, kekuatan yang dimiliki, serta menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.

Saya juga memahami bahwa asesmen yang baik dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran, bukan hanya di akhir pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memberikan dukungan yang sesuai sehingga semua siswa memiliki kesempatan untuk berkembang.

4.   Bagaimana saya bisa menjadikan asesmen sebagai dialog yang membangun, bukan sekadar penilaian satu arah?

Saya dapat menjadikan asesmen sebagai dialog dengan memberikan umpan balik yang positif, jelas, dan membangun kepada siswa. Saya juga ingin melibatkan siswa dalam proses refleksi terhadap hasil belajarnya, misalnya dengan mengajak mereka berdiskusi mengenai kesulitan yang dialami, keberhasilan yang telah dicapai, serta langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Selain itu, saya akan membuka ruang komunikasi yang lebih baik dengan siswa agar mereka merasa aman untuk menyampaikan pendapat dan kesulitannya. Dengan cara tersebut, asesmen tidak lagi dipandang sebagai kegiatan mencari kesalahan, tetapi menjadi sarana untuk membantu siswa berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

 

Tidak ada komentar: