T4.1.1. Aktivitas 1. Menggugah Minat
Bukan Tak Mampu Mengikuti, Mereka Hanya Perlu Dipahami
Nur Dinawati
SMKN 1 Selayar
Refleksi:
Bisakah Bapak dan Ibu mengingat salah satu pengalaman di
kelas ketika menghadapi murid dengan perilaku tidak biasa? Sangat bisa dipahami
kalau Bapak dan Ibu Guru saat itu merasa kebingungan, tidak tahu penyebab murid
berperilaku demikian dan tidak tahu pendekatan apa yang tepat untuk diberikan.
Rasa tidak tahu ini selanjutnya bisa mengantarkan kita pada beragam pertanyaan.
Coba Bapak dan Ibu renungkan:
·
Apa yang Bapak dan Ibu
rasakan saat itu?
Ketika mengajar di kelas, saya pernah menghadapi seorang
murid yang sering sulit berkonsentrasi, tampak gelisah, dan terkadang tidak
mengikuti instruksi seperti teman-temannya. Pada saat itu saya merasa bingung
sekaligus khawatir karena belum memahami penyebab perilaku tersebut. Saya juga
merasa takut jika kondisi tersebut mengganggu proses belajar murid lain. Bukan hanya
itu kadang saya merasa apakah materi yang saya ajarkan kurang di sukai atau
metode saya kurang seru.
·
Apa penyebab dari
perilaku tersebut yang sempat Bapak dan Ibu pikirkan?
Awalnya saya mengira perilaku tersebut disebabkan oleh
kurangnya motivasi belajar, kurang disiplin, atau memang tidak mau mengikuti
pembelajaran. Berdasarkan pemahaman yang saya miliki saat itu, saya belum
berpikir bahwa perilaku tersebut bisa jadi berkaitan dengan kebutuhan belajar
yang berbeda atau kondisi perkembangan tertentu
·
Apa tindakan pertama
yang Bapak dan Ibu lakukan?
Tindakan pertama yang saya lakukan adalah menegur murid
tersebut dengan lembut, mengingatkannya untuk kembali fokus, kemudian mencoba
memberikan pendampingan secara singkat saat kegiatan berlangsung. Saya juga
berusaha berkomunikasi dengan wali kelas dan orang tua untuk memperoleh
gambaran mengenai kebiasaan murid tersebut di rumah. Tidak hanya itu saya
mengomfirmasi teman guru yang megajar di ruang kelas yang sama menanyakan
kebiasaan siswa saat belajar mata pelajaran mereka
·
Seandainya diberi
kesempatan untuk mengulang kembali, adakah hal berbeda yang akan Bapak dan Ibu
lakukan?
Setelah mempelajari pendidikan inklusif dan memahami
pentingnya mengenali kebutuhan belajar setiap murid, saya menyadari bahwa ada
banyak hal yang seharusnya dapat saya lakukan dengan pendekatan yang lebih
tepat. Jika diberi kesempatan untuk mengulang, saya akan lebih dahulu melakukan
observasi secara menyeluruh, membangun komunikasi yang lebih dekat dengan
murid, berdiskusi dengan orang tua dan rekan guru, serta menyesuaikan strategi
pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid
tersebut.
·
Apakah saat itu Bapak
dan Ibu memiliki informasi yang cukup tentang kebutuhan murid tersebut?
Pada saat itu saya menyadari bahwa informasi yang saya
miliki tentang kebutuhan murid masih sangat terbatas. Kini saya memahami bahwa
setiap perilaku memiliki alasan yang perlu dipahami, bukan sekadar dinilai.
Oleh karena itu, sebagai guru saya perlu terus belajar agar mampu menciptakan
lingkungan belajar yang aman, ramah, dan inklusif sehingga setiap murid
memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar