Sabtu, 27 Juni 2026

 

T4.1.1. Aktivitas 1. Menggugah Minat Bukan Tak Mampu Mengikuti, Mereka Hanya Perlu Dipahami

 

Nur Dinawati

SMKN 1 Selayar

 

 

Refleksi:

Bisakah Bapak dan Ibu mengingat salah satu pengalaman di kelas ketika menghadapi murid dengan perilaku tidak biasa? Sangat bisa dipahami kalau Bapak dan Ibu Guru saat itu merasa kebingungan, tidak tahu penyebab murid berperilaku demikian dan tidak tahu pendekatan apa yang tepat untuk diberikan. Rasa tidak tahu ini selanjutnya bisa mengantarkan kita pada beragam pertanyaan.

Coba Bapak dan Ibu renungkan:

·        Apa yang Bapak dan Ibu rasakan saat itu?

Ketika mengajar di kelas, saya pernah menghadapi seorang murid yang sering sulit berkonsentrasi, tampak gelisah, dan terkadang tidak mengikuti instruksi seperti teman-temannya. Pada saat itu saya merasa bingung sekaligus khawatir karena belum memahami penyebab perilaku tersebut. Saya juga merasa takut jika kondisi tersebut mengganggu proses belajar murid lain. Bukan hanya itu kadang saya merasa apakah materi yang saya ajarkan kurang di sukai atau metode saya kurang seru.

·        Apa penyebab dari perilaku tersebut yang sempat Bapak dan Ibu pikirkan?

Awalnya saya mengira perilaku tersebut disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar, kurang disiplin, atau memang tidak mau mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pemahaman yang saya miliki saat itu, saya belum berpikir bahwa perilaku tersebut bisa jadi berkaitan dengan kebutuhan belajar yang berbeda atau kondisi perkembangan tertentu

·        Apa tindakan pertama yang Bapak dan Ibu lakukan?

Tindakan pertama yang saya lakukan adalah menegur murid tersebut dengan lembut, mengingatkannya untuk kembali fokus, kemudian mencoba memberikan pendampingan secara singkat saat kegiatan berlangsung. Saya juga berusaha berkomunikasi dengan wali kelas dan orang tua untuk memperoleh gambaran mengenai kebiasaan murid tersebut di rumah. Tidak hanya itu saya mengomfirmasi teman guru yang megajar di ruang kelas yang sama menanyakan kebiasaan siswa saat belajar mata pelajaran mereka

·        Seandainya diberi kesempatan untuk mengulang kembali, adakah hal berbeda yang akan Bapak dan Ibu lakukan?

Setelah mempelajari pendidikan inklusif dan memahami pentingnya mengenali kebutuhan belajar setiap murid, saya menyadari bahwa ada banyak hal yang seharusnya dapat saya lakukan dengan pendekatan yang lebih tepat. Jika diberi kesempatan untuk mengulang, saya akan lebih dahulu melakukan observasi secara menyeluruh, membangun komunikasi yang lebih dekat dengan murid, berdiskusi dengan orang tua dan rekan guru, serta menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid tersebut.

 

·        Apakah saat itu Bapak dan Ibu memiliki informasi yang cukup tentang kebutuhan murid tersebut?

Pada saat itu saya menyadari bahwa informasi yang saya miliki tentang kebutuhan murid masih sangat terbatas. Kini saya memahami bahwa setiap perilaku memiliki alasan yang perlu dipahami, bukan sekadar dinilai. Oleh karena itu, sebagai guru saya perlu terus belajar agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan inklusif sehingga setiap murid memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensinya

 

Tidak ada komentar: