Sabtu, 27 Juni 2026

T3.2.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Merancang Kelas Ramah dan Inklusif

 


T3.2.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Merancang Kelas Ramah dan Inklusif

 

 

 

Tujuan:

Pada aktivitas ini, Bapak dan Ibu diharapkan dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik dan non-fisik di kelasnya serta merancang perbaikan yang sesuai dengan komponen yang sudah dipelajari dalam bagian eksplorasi.

Langkah-Langkah Kegiatan

1.     Refleksi Diri

o   Tuliskan bagaimana kondisi fisik kelas Bapak dan Ibu saat ini:

§  Apakah ruang kelas sudah mudah diakses oleh semua murid?

Untuk kondisi pisik ruang kelas saya saat ini sudah cukup bersih dan rapi amun masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki agar lebih ramah, aman, nyaman, dan inklusif bagi semua murid.

§  Apakah tempat duduk, pencahayaan, dan alat bantu belajar sudah sesuai kebutuhan?

Untuk penataan tempat duduk masih cenderung berbaris ke belakang sehingga interaksi antar murid belum maksimal, sementara untuk pencahayaan sudah lumayan maksimal karena setiap kelas yang ada di sekolah kami di lengkapi jendela pada dua sisi pada sisi bagian dekat pagar sekolah kami buat lebih rendah sehingga siswa dapat menikmati pemandangan bagian belakang kelas yang kami buat taman kecil sedangkan di bagian dinding koridor kami buat lebih tinggi agar fokus siswa tidak lari saat melihat siswa lain melintas. Dalam kelas terdapat beberapa poster penyemangat dan beberapa gambar pahlawan ada juga di bagian pojok kelas tempat hasil karya para siswa, namun saya merasa kelas saya aman bagi anak berkebutuhan khusus kecuali yang menggunakan kursi roda dan nak low vision karena koridor sekolah tidak dilengkapi jalan yang lurus, serta ubin yang khusus untuk tuna netra dan low vision

 

 

o   Tuliskan juga bagaimana suasana non-fisik di kelas:

§  Bagaimana interaksi sosial di kelas?

Interaksi sosial di kelas cukup baik. Murid suda mulai terbiasa bekerja sama dan saling membantu walau kadang masih ada siswa yang malu untuk mencapai pendapat.

      • Ap akah suasana emosional mendukung kenyamanan belajar?

Suasana emosional dalam kelas cukup positif karena guru berusaha menciptakan pelajaran yang menyenangkan dan tidak menegangkan. Namun masih perlu upaya agar semua murid merasa lebih percaya diri dan di hargai

2.     Identifikasi Kelebihan dan Kendala

o   Lingkungan fisik

Kelebihan

Kendala

ü  Bersih, rapi, dan cukup nyaman

ü  Pencahayaan alami baik pada 2 sisi jendela.

ü  Pemandangan taman kecil menambah rasa nyaman saat jenuh.

ü  Tersedia poster penyemangat, gambar pahlawan dan juga pojok hasil karya siswa.

ü  Lingkungan kelas relatif aman

v Penataan tempat duduk berbaris ke belakang sehingga sehingga interaksi jadi terbatas.

v Aksebilitas belum inklusif: belum ramah untuk pengguna kursi roda, low vision dan tunanetra,( koridor sekolah belum memiliki jalan tanjakan yang lurus, belum ada ubin pemandu untuk tuna netra)

v Beberapa area penyimpangan dan sirkulasi masih kurang optimal

o   Lingkungan non fisik

Kelebihan

Kendala

ü  Interaksi sosial antar murid cukup baik

ü  Murid terbiasa saling kerja sama dan membantu

ü  Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menegangkan

v Masih ada murid yang malu menyampaikan pendapat

v Belum semua murid merasa percaya diri dan di hargai.

v Perlu penguatan dan aturan kelas positif dan konsisten

v Perlu lebih banyak kegiatan yang melibatkan murid secara aktif

 

o   Fokus pada hal-hal yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan dan partisipasi murid.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, hal yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan dan partisipasi murid adalah:

1.     Mengubah penataan tempat duduk menjadi lebih fleksibel (berkelompok atau berbentuk U) agar interaksi dan kolaborasi meningkat.

2.     Meningkatkan aksesibilitas kelas secara bertahap sehingga dapat digunakan oleh semua murid, termasuk murid berkebutuhan khusus.

3.     Membangun iklim kelas yang lebih inklusif, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada setiap murid untuk berpendapat, bekerja sama, dan memperoleh apresiasi sehingga rasa percaya diri serta keterlibatan belajar meningkat.

3.     Rancang Perubahan

o   Gambarkan secara sederhana denah atau deskripsi penataan ulang ruang kelas agar lebih inklusif dan nyaman.

 

 

 

 

 

 

 


Keterangan penataan :

·       Meja disusun berkelompok (4-5) untuk mendorong interaksi dan kerja sama

·       Area sirkulasi di buat lebih luas agar mudah di akses oleh semua murid

·       Tersedia pojok baca, pojok tenang (calming corner) dan pojok karya siswa

·       Guru lebih mudah berkeliling, memantau dan membimbing

·       Penataan fleksibel untuk semua kegiatan (diskusi, presentasi, dan projek)

o   Buat rencana sederhana bagaimana Anda akan membangun iklim sosial dan emosional yang positif, misalnya:

§  Aturan kelas yang mendukung rasa saling menghargai

ü  Kita mendengarkan saat orang lain berbicara

ü  Kita menghargai setiap pendapat orang lain

ü  Kita saling membantu dan tidak saling mengejek

ü  Kita saling menjaga kebersihan dan kerapian kelas bersama.

ü  Kita berusaha yang terbaik dan tidak pernah menyerah

§  Cara menyambut dan melibatkan murid secara aktif

ü  Menyambut setiap murid dengan senyum dan sapaan yang hangat

ü  Mengajak murid menyampaikan pendapat/ide melalui pernyataan terbuka

ü  Memberi kesempatan berperan untuk semua murid (pemimpin diskusi, notulen, pembawa materi, dan penjaga waktu)

ü  Memberi pujian spesifik untuk setiap kemajuan murid.

ü  Menggunakan ice breaking dan permainan singkat

4.     Buat Komitmen Tindakan

o   Tuliskan tiga langkah konkrit yang akan Bapak dan Ibu lakukan segera untuk mewujudkan rencana tersebut

1)    Mengubah penataan tempat duduk menjadi kelompok yang fleksibel dan menyediakan pojok baca serta pojok tenang

2)    Membuat dan menerapkan aturan kelas positif bersama murid serta rutin refleksi emosional.

3)    Menyiapkan dan menggunakan alat bantu belajar yang inklusif (poster visual, label jelas, alat bantu untuk low vision dll) serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk aksebilitas

o   Tandai prioritas dan waktu pelaksanaannya.

1)    Langkah konkret pertama di prioritaskan lebih tinggi dilaksanakan pada minggu pertama sampai dengan akhir minggu

2)    Langkah konkret kedua di prioritaskan sedang dilaksanakan pada minggu ke dua dan akhir minggu

3)    Langkah konkret ketiga di prioritaskan rendah dilaksanakan pada minggu ketiga karena akan menunggu persetujuan kepala sekolah dan banyak hal yang harus di pertimbangkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar: