T3.1.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman Persepsi Guru
terhadap DUP
Refleksi
Nur Dinawati, S.Pd, Gr
SMK Negeri 1 Selayar
1. Pemahaman baru yang diperoleh
Melalui bacaan ini, saya memahami bahwa neurodiversitas merupakan keberagaman
cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan merespons informasi. Murid dengan
neurodiversitas, seperti yang memiliki ADHD, autisme, disleksia, atau kondisi
lainnya, bukan berarti kurang mampu, tetapi memiliki cara belajar,
berkomunikasi, dan berinteraksi yang berbeda. Saya juga menyadari bahwa
hambatan yang mereka alami sering kali muncul karena lingkungan belajar belum
mengakomodasi kebutuhan mereka. Dan saya juga pelihat bahwa perilaku mereka
sebenarnya sesuatu yang tidak mereka sengaja. Semua itu terjadi secara alami
sehingga sebagai guru saya merasa saya wajib memahami keadaan mereka. Selain
itu saya sebagai guru harus memastikan budaya interaksi antar murid di sekolah
menerima keberadaan mereka.
2. Pengalaman menemui murid dengan ciri tersebut
Saya pernah mendampingi murid yang sulit mempertahankan fokus, mudah
terdistraksi, dan membutuhkan instruksi yang singkat serta berulang. Ada pula
murid yang kesulitan bersosialisasi atau merasa tidak nyaman dengan suara yang
terlalu ramai. Ketika pembelajaran dibuat lebih terstruktur, menggunakan media
visual, dan tugas dibagi menjadi langkah-langkah kecil, mereka dapat mengikuti
kegiatan belajar dengan lebih baik.
3. Respons selama ini
Selama ini saya berusaha memberikan arahan yang jelas, menggunakan variasi
metode pembelajaran seperti menambahkan video yang sesuai dengan pelajaran yang
sedang saya ajarkan pada saat pertemuan dalam kelas, memberikan waktu tambahan
jika diperlukan, serta menciptakan suasana kelas yang menerima perbedaan. Saya
juga mencoba membangun komunikasi yang baik dengan orang tua dan rekan guru
untuk memahami kebutuhan belajar setiap murid sehingga dukungan yang diberikan
lebih tepat.
4. Perasaan setelah membaca artikel
Setelah membaca artikel ini, saya merasa lebih sadar bahwa setiap murid dengan
neurodiversitas memiliki kekuatan dan tantangan yang berbeda. Saya terdorong
untuk tidak lagi melihat mereka dari keterbatasannya, tetapi dari potensi yang
dimiliki. Saya juga semakin memahami bahwa pembelajaran yang inklusif akan
memberikan manfaat bagi seluruh murid baik itu yang memiliki kebutuhan khusus
atau pun murid reguler, bukan hanya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
5. Hal yang ingin diubah atau dipelajari selanjutnya
Ke depan, saya ingin mempelajari lebih dalam mengenai karakteristik berbagai
kondisi neurodiversitas serta strategi pembelajaran yang sesuai. Saya juga
ingin meningkatkan kemampuan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi,
mengelola kelas yang ramah bagi semua murid, serta menggunakan media dan
asesmen yang fleksibel agar setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk
menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Hasil diskusi dengan Kolega Sekolah
·
Kolaborasi Identifikasi: kami sepakat bahwa
mengenali keragaman siswa adalah langkahawal yang krusial. Kami berencana untuk
memulai mendokumentasikan profil belajar siswa secara lebih sistematis ,
termasuk latar belakang sosial budayanya.
·
Strategi ingklusif: rekan saya memberikan
masukan untuk tidak cepat menghakimi siswa yang mengalami kesulitan mengikuti proses
belajar. Karena bisa jadi ada banyak faktor yang menjadi penyebab tersebut
entah dari pengaruh lingkungan keluarga atau bisa jadi trauma yang tersembunyi yang
mengganggu rasa aman mereka
·
Pembelajaran yang memanusiakan manusia: kami
juga berkesimpulan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus diterima dengan
hati terbuka demi menciptakan harmoni dan pembelajaran yang memanusiakan
manusia merupakan hak bagi setiap murid yang ada disekolah
·
Pengalaman mengajar murid yang memiliki
keberagaman tidak boleh dianggap sebagai beban akan tetapi sebagai bentuk pengabdian
untuk membangun peradaban dalam lingkungan sekolah yang ramah bagi semua murid.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar