Jumat, 26 Juni 2026

T3.1.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Merancang Ulang Kelas Saya

 


T3.1.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Merancang Ulang Kelas Saya

 

Nama: Nur Dinawati, S.Pd., Gr.
Sekolah: SMK Negeri 1 Selayar

1. Pilih Pengalaman Mengajar

Mata Pelajaran: Layanan Klasikal Bimbingan Konseling

Topik: Menyesuaikan Ekspresi Perasaan Diri Sendiri dan Orang Lain Secara Tepat untuk Menyelesaikan Konflik

Deskripsi Singkat:

Pada layanan klasikal ini, peserta didik diajak memahami pentingnya mengenali dan mengelola perasaan diri sendiri serta memahami perasaan orang lain ketika menghadapi konflik. Pembelajaran diawali dengan penyampaian ilustrasi atau studi kasus yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti konflik antar teman di sekolah atau kesalahpahaman dalam media sosial. Selanjutnya peserta didik berdiskusi mengenai cara menyampaikan perasaan dengan santun, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Di akhir kegiatan, peserta didik merefleksikan pengalaman mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai.

2. Refleksi dengan Tiga Prinsip DUP

Prinsip DUP

Apa yang sudah saya lakukan?

Apa yang bisa saya tingkatkan?

Beragam Cara Keterlibatan

Saya memulai layanan dengan menceritakan sebuah kasus konflik yang sering dialami remaja, kemudian mengajak peserta didik berbagi pengalaman dan pendapat mengenai cara menyelesaikan konflik tersebut.

Saya dapat menambahkan permainan peran (role play), diskusi kelompok kecil, atau simulasi penyelesaian konflik agar peserta didik lebih aktif dan terlibat secara emosional.

Beragam Cara Representasi

Materi disampaikan melalui penjelasan, contoh kasus, dan diskusi kelas.

Saya dapat menambahkan video pendek, infografis tentang komunikasi asertif, gambar ekspresi emosi, atau kartu emosi agar peserta didik lebih mudah memahami materi melalui berbagai media.

Beragam Cara Aksi dan Ekspresi

Peserta didik diminta menjawab pertanyaan refleksi secara tertulis mengenai cara mereka menyelesaikan konflik.

Saya dapat memberikan pilihan kepada peserta didik untuk membuat poster, melakukan presentasi, membuat video pendek, bermain peran, atau menulis jurnal refleksi sesuai gaya belajar dan minat mereka.

3. Rancang Ulang Pembelajaran

Alternatif Rancangan DUP untuk Topik "Menyesuaikan Ekspresi Perasaan Diri Sendiri dan Orang Lain Secara Tepat untuk Menyelesaikan Konflik"

Beragam Cara Keterlibatan

  • Memulai layanan dengan video singkat mengenai konflik antar teman dan cara penyelesaiannya.
  • Mengajak peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil mengenai solusi terbaik dari suatu kasus.
  • Melaksanakan permainan seni peran atau (sosiodrama) untuk melatih komunikasi yang empatik dan asertif.

Beragam Cara Representasi

  • Menyampaikan materi melalui teks, video, infografis, gambar ekspresi emosi, dan kartu situasi konflik.
  • Menggunakan diagram sederhana tentang langkah-langkah penyelesaian konflik secara damai.
  • Menyediakan contoh dialog yang menunjukkan komunikasi yang efektif.

Beragam Cara Aksi dan Ekspresi
Peserta didik diberikan kebebasan memilih cara menunjukkan pemahamannya, antara lain:

  • Menulis refleksi pengalaman pribadi.
  • Membuat poster tentang penyelesaian konflik secara damai.
  • Membuat video pendek berisi contoh komunikasi yang baik.
  • Menampilkan simulasi atau drama singkat penyelesaian konflik di depan kelas.

4. Diskusi Kelompok Kecil/Pasangan

Umpan Balik dari Rekan Guru

Yang menarik:

  • Pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Baik terjadi secara langsung ataupun memalui media sosial
  • Adanya berbagai pilihan media dan bentuk tugas membuat peserta didik memiliki kesempatan belajar sesuai karakteristik dan kemampuannya.
  • Permainan peran dinilai mampu melatih empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara langsung.

Potensi Tantangan:

  • Pengelolaan waktu perlu direncanakan dengan baik agar seluruh kegiatan dapat terlaksana secara efektif.
  • Guru perlu menyiapkan media pembelajaran dan skenario permainan peran sebelum pembelajaran dimulai.
  • Dibutuhkan strategi untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan berpartisipasi secara aktif.

 

 

Tidak ada komentar: